KOPRI dan Hari Perempuan Internasional: Relevansi Perempuan di Era Modern

Kader putri PMII rayon Suromenggolo, komisariat IAIN Ponorogo. 


GARDAJATIM.COM: Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) sebagai bagian dari PMII, memiliki peran krusial dalam mengartikulasikan isu-isu perempuan di Indonesia. Hal itu sejalan dengan semangat peringatan Hari Perempuan Internasional. 


Di era modern ini, perjuangan kesetaraan gender bukan lagi sekadar wacana, tetapi aksi nyata. KOPRI perlu lebih aktif dalam menyuarakan isu-isu yang relevan dengan perempuan masa kini, seperti kesetaraan di ruang digital, kekerasan berbasis online, dan representasi perempuan dalam teknologi. 


Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan digital dan akses terhadap sumber daya finansial juga menjadi fokus penting.


Aksi dan advokasi KOPRI harus lebih adaptif dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. 


Kolaborasi dengan organisasi perempuan lain, baik di tingkat nasional maupun internasional, dapat memperkuat dampak advokasi. 


Program pendidikan KOPRI juga perlu menekankan pada literasi digital, keterampilan kepemimpinan, dan pemahaman tentang hak-hak reproduksi. 


Pendidikan yang inklusif yang mempertimbangkan keberagaman latar belakang perempuan, sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.


Selain itu, KOPRI perlu memastikan bahwa prinsip kesetaraan gender tidak hanya diadvokasikan, tetapi juga dipraktikkan dalam struktur dan kegiatan organisasi. Mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan PMII adalah langkah penting.


Pewarta : Minul A

Editor : Redaksi

0/Post a Comment/Comments