Bupati Ponorogo Paparkan LKPJ 2024: Evaluasi Pembangunan dan Tantangan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Kemiskinan Menurun, namun Tantangan Pembangunan Masih Menjadi PR | Selasa 25 Maret 2025 | Foto : Minul

GARDAJATIM.COM: Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Ponorogo, Senin (24/3/2025). 


Laporan ini menjadi bahan evaluasi atas capaian pembangunan daerah serta tantangan yang dihadapi dalam setahun terakhir.


Dalam laporannya, Bupati Sugiri menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. 


Beberapa indikator utama yang disoroti meliputi:


Pertumbuhan Ekonomi: 


Ponorogo mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,74 persen, meskipun masih di bawah target 5,54 persen. 


Kendati demikian, kabupaten ini tetap menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Madiun Raya setelah Kota Madiun.


Penurunan Kemiskinan: 


Angka kemiskinan turun dari target 9,38 persen menjadi 9,11 persen. Bupati menilai capaian ini sebagai bukti keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang telah dijalankan.


Tantangan Pembangunan: 


Meski menunjukkan tren positif, beberapa target pembangunan belum tercapai. Infrastruktur, ketahanan pangan, dan kesiapsiagaan bencana masih menjadi fokus perbaikan ke depan.


Bupati Sugiri menegaskan bahwa evaluasi LKPJ ini akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif. 


Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Bencana, yang diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko bencana.


“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan DPRD, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Sugiri.


Dengan evaluasi yang komprehensif terhadap capaian dan tantangan pembangunan, Pemkab Ponorogo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengatasi permasalahan sosial yang masih tersisa. 


Ke depan, kolaborasi antar-pemangku kepentingan akan menjadi kunci dalam mewujudkan Ponorogo yang lebih maju dan sejahtera. (Mnl/Hms) 



0/Post a Comment/Comments