Lokasi Mie Anglo Mbah Senun. (Foto: dok.gardajatim.com)
Warung ini buka setiap malam mulai pukul 18.00 (habis maghrib) hingga 04.00 pagi, menawarkan dua menu utama, yakni bakmi goreng dan bakmi godok, dengan harga terjangkau Rp10.000 per porsi.
Suharjito, generasi ketiga penerus usaha ini mengatakan, bahwa proses memasak bakmi menggunakan anglo (perapian tradisional).
“Kami memilih anglo untuk menjaga keaslian tradisi. Rasanya juga lebih khas dan berbeda dibandingkan cara masak modern,” ujarnya, Minggu (5/1/2025).
Proses pembuatan mie anglo.
Dalam satu malam, Bakmi Angkring Mbah Senun mampu menghabiskan hingga lima packs mie mentah.
Saat ini, usaha ini telah berkembang dengan memiliki tiga cabang.
"Cabang utama (pusat) berada di Dukuh Sambit Wetan, Desa Sambit, Kecamatan Sambit. Cabang kedua terletak di depan SPBU Jetis, dan cabang ketiga berada di depan Koramil Jetis," jelasnya.
Porsi mie anglo kuah.
Menariknya, ketiga cabang ini dikelola oleh kakak beradik dalam keluarga besar Mbah Senun.
"Warung pusat ini hanya tutup pada malam Jumat Wage, kalau didepan SPBU Jetis tutup setiap malam jumat, dan warung di depan Koramil sewaktu-waktu," imbuhnya.
Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin bersama jajaran pengurus.
Salah satu pelanggan setia, Moh. Komarudin, Ketua PSHT Cabang Ponorogo, memuji cita rasa khas bakmi tersebut.
“Masakannya benar-benar enak, ada rasa sangit gurih yang khas dan tidak ditemukan di tempat lain,” ungkapnya.
Bakmi Angkring Mbah Senun tidak hanya menjadi kuliner legendaris, tetapi juga bukti keajegan tradisi kuliner Ponorogo yang tetap bertahan hingga kini. (Fjr)
Posting Komentar