Diduga Depresi Berat, Pemuda Magetan Akhiri Hidup di Rel Kereta Madiun

Korban Diduga Depresi, Berlari ke Arah Kereta di Km 167+3/4, Identitas Berhasil Terungkap | Sabtu 25 Januari 2025 | Foto : Yok

GARDAJATIM.COM: Peristiwa tragis terjadi di jalur rel kereta api Km 167+3/4, petak Madiun-Magetan, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

Seorang warga yang diduga mengalami depresi tertabrak Kereta Api Bangunkarta (KA 123) jurusan Jombang-Pasar Senen pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.50 WIB.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim, AKP Agus Setiawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah di jalur rel kereta api. 

Polres Madiun Kota bersama PT KAI segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mencari bukti dan petunjuk lain terkait kejadian ini,” ujar AKP Agus.  

Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya berada di sisi kiri jalur kereta api. 

Ketika kereta mendekat, korban yang berjarak sekitar 25 meter dari kereta tiba-tiba berlari ke arah jalur kereta hingga akhirnya tertabrak dan terpental.  

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami depresi sebelum peristiwa terjadi. 

Hal ini diperkuat oleh keterangan keluarga korban yang menyebutkan bahwa korban belakangan ini menunjukkan tanda-tanda gangguan emosional.  
 
Tim Satreskrim melakukan pemeriksaan medis di lokasi kejadian dan memastikan korban meninggal dunia di tempat. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk proses visum.  

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka serius, termasuk cedera kepala, patah tulang pada kaki, serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. 

Setelah proses identifikasi, korban diketahui bernama Syifa Nur Fauzan Firdaus, warga Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.  
 
Kasatreskrim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di dekat jalur kereta api dan menghindari tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Ia juga menambahkan agar keluarga dan masyarakat lebih peka terhadap anggota keluarga yang menunjukkan gejala depresi atau gangguan mental. (Tim/Red)

0/Post a Comment/Comments