(FOTO : Ilustrasi investasi)
GARDAJATIM.COM: Investasi adalah kegiatan menanamkan modal atau aset ke dalam suatu instrumen keuangan untuk mendapatkan keuntungan dengan periode tertentu. Investasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
Investasi langsung merupakan investasi di mana investor memiliki kendali langsung atas aset atau bisnis yang diinvestasikan. Contohnya seperti lahan properti, saham, investasi bisnis usaha dan lain sebagainya.
Sementara investasi tidak langsung adalah investasi di mana investor tidak memiliki kendali langsung atas aset atau bisnis yang diinvestasikan. Misalnya seperti reksa dana atau commercial paper.
Investasi dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti mengamankan aset, mendapatkan penghasilan tetap, mengembangkan usaha, meningkatkan aset, dan memenuhi kebutuhan di masa depan.
Jenis investasi yang dipilih bergantung pada risiko, keuntungan, tujuan, finansial, dan jangka waktu investasi.
Sedangkan instrumen investasi adalah berbagai cara untuk menanamkan uang atau modal yang dapat menghasilkan keuntungan.
Di zaman sekarang, di era teknologi yang semakin maju seperti saat ini ada banyak sekali instrumen investasi.
Beberapa contoh instrumen investasi di antaranya adalah deposito, saham, obligasi, reksadana, emas, kripto, properti dan valuta asing atau mata uang asing.
Nah, apa yang dimaksud dengan deposito, saham, obligasi, reksadana, emas, kripto, properti dan valuta asing atau mata uang asing tersebut, dan mana yang paling cocok dan menguntungkan?
1. Deposito
Deposito adalah jenis simpanan berjangka yang hanya dapat dicairkan dalam masa periode tertentu beserta keuntungan yang didapatkan. Karakteristik deposito tergantung dari jenis mata uang yang depositkan, jangka waktu dan suku bunga Bank.
Deposito bisa dilakukan melalui bank-bank tertentu atau secara digital melalui sekuritas yang menyediakan layanan deposito.
2. Saham
Saham merupakan tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dimana investor akan mendapatkan presentasi kepemilikan dan keuntungan berdasarkan modal yang di tanamkan.
Saham berfungsi sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, memberikan hak kepada pemegang saham untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan dan memberikan hak kepada pemegang saham untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan.
Keuntungan saham bisa diperoleh dari dividen atau pembagian keuntungan perusahaan, atau bisa juga karena fluktuasi harga saham di pasaran.
Secara umum, saham bisa di akses melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) yang menyediakan berbagai produk data pasar untuk memberikan informasi kepada publik. Informasi ini dapat digunakan untuk membuat keputusan yang tepat.
Saham bisa juga dilakukan melalui cara manual, seperti kerjasama bisnis, kongsi dan lain sebagainya dengan orang lain. Tetapi perlu diingat, harus tetap berhati-hati dalam berinvestasi secara manual. Pastikan ada perjanjian hitam di atas putih saat akan menanamkan modal.
Hal itu agar lebih jelas arah kerjasama, pembagian keuntungan, meminimalisir penipuan dan pelanggaran hukum.
3. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lain untuk mendapatkan dana dari investor. Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang dapat diperjualbelikan di Bursa Efek.
Sebagai imbalan atas dana yang dipinjam, penerbit obligasi akan membayar bunga (yield) secara berkala dan mengembalikan pokok utang pada tanggal jatuh tempo.
Surat Utang Negara (SUN) termasuk dalam Surat Berharga Negara (SBN) dan merupakan salah satu contoh obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Namun, obligasi juga bisa diterbitkan oleh swasta atau perusahaan tertentu.
4. Reksadana
Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana dari publik yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi.
Reksadana dapat diartikan sebagai produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi.
Gampangnya, reksadana merupakan metode dengan cara mengumpulkan uang, setelah uang terkumpul akan di investasikan kepada suatu instrumen investasi lainnya. Seperti diinvestasikan ke saham, obligasi dan saham. Keuntunganya akan diberikan dan dibagi kepada penanaman modal di reksadana.
5. Emas
Emas merupakan salah satu logam mulia yang dianggap sebagai instrumen investasi yang stabil dan nilainya cenderung naik setiap tahunnya.
Investasi emas adalah cara menyimpan uang dalam bentuk emas atau instrumen keuangan yang terkait dengan harga emas.
Investasi emas bisa dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Di era modern, emas tidak hanya bisa disimpan dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bentuk likuiditas di platform-platform tertentu dan bisa diuangkan setiap saat.
6. Kripto (Cryptocurrency)
Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang hadir dalam dunia maya dan tidak ada bentuk fisiknya.
Crypto merupakan salah satu bentuk instrumen investasi baru yang muncul karena kemajuan teknologi modern.
Pada awal kemunculannya, investasi ini cukup populer dan banyak orang mencoba investasi ini. Crypto menawarkan keuntungan yang tinggi tetapi juga resiko yang juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga yang sangat dinamis dan kurang stabil.
Ada banyak sekali mata uang crypto yang beredar di pasaran, tetapi yang paling dikenal adalah bitcoin, ethereum, xrp, dogecoin dan lain sebagainya.
Crypto bisa diperoleh melalui platform-platform sekuritas crypto. Seperti Tokocrypto, Bybit , Binance dan sekuritas dan lainnya.
Tetapi perlu diingat, sebelum menginvestasikan uang di crypto, pastikan sekuritasnya legal dan teruji, serta lakukan analisa mata uang crypto yang akan dibeli.
7. Valuta Asing (Mata Uang Asing)
Valuta asing atau valas adalah mata uang yang digunakan dalam transaksi internasional. Valas merupakan alat tukar internasional yang digunakan untuk membeli barang, jasa, dan investasi antar negara.
Valas diperdagangkan secara global di pasar valuta asing (FX market). Pasar ini beroperasi 24 jam sehari dan menghubungkan pelaku pasar dari seluruh dunia.
Contoh valas yang sering digunakan adalah Dolar AS (USD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Poundsterling (GBP).
Valas dapat digunakan untuk berbagai transaksi, seperti transfer uang ke negara lain, pembelian barang, pembelian jasa, dan investasi antar negara.
Perlu dicermati sebelum melakukan investasi valas, karena fluktuasi harga mata uang di tentukan oleh banyak faktor. Salah satunya oleh kestabilan politik dan ekonomi suatu negara.
8. Properti
Investasi properti adalah kegiatan membeli, memiliki, dan mengelola properti untuk mendapatkan keuntungan finansial. Properti bisa berupa tanah, rumah, apartemen, ruko, gedung, atau bangunan komersial.
Investasi properti merupakan salah satu jenis investasi jangka panjang yang populer. Keuntungan yang didapat dari investasi properti bisa berupa pertumbuhan nilai properti atau pendapatan sewa.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan investasi properti adalah:
- Persiapkan dana investasi yang cukup untuk biaya tanda jadi, uang muka, angsuran, biaya asuransi, biaya notaris, dan pajak properti.
- Lokasi properti yang strategis.
- Lakukan riset harga pasar properti.
- Developer yang terpercaya.
- Tenor KPR yang sesuai dengan kemampuan keuangan.
Nah, setelah melihat gambaran sekilas tentang berbagai instrumen investasi tersebut, kita bisa menentukan mana yang cocok dan sesuai dengan pengetahuan yang telah dikuasai.
Selain itu, juga perlu mempertimbangkan dari tujuan investasi, kondisi finansial, resiko, keuntungan, jenis investasi, legalitas, dan jangka waktu sebelum menentukan investasi.(Ek)
Posting Komentar