Oknum PNS Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi Tewas Gantung Diri, Diduga Terlilit Hutang

Foto: Ilustrasi

GARDAJATIM.COM: FS (41) Seorang Pegawai Sipil Negara (PNS) yang bertugas di Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, ditemukan gantung diri di kamar rumahnya di Dusun Bandung, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi, Rabu (25/12/2024).


Pelaku melangsungkan aksi nekatnya itu diduga akibat terlilit hutang guna modal usaha.


Suharno Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Ngawi menjelaskan, memang sebelum kejadian itu beberapa hari yang lalu ada 2 oknum mendatangi kantor DPP, 2 oknum itu mencari FS untuk menagih uang sebesar Rp.90.000.000,-.


"Sebelum peristiwa itu terjadi ada 2 orang mendatangi kantor dan menanyakan keberadaan FS untuk menagih hutang tersebut," jelasnya.


Suharto menambahkan Setelah didatangi 2 orang itu FS juga sempat mengajukan mutasi pindah lokasi tugas ke Kecamatan Paron.


"Setelah kejadian itu pelaku (FS) juga mengajukan surat mutasi untuk pindah tugas ke kecamatan asalnya, " tambahnya.


Kejadian gantung diri itu diketahui oleh Sugeng Wiyono yang sebelumnya telah di telpon pihak keluarga untuk mendobrak pintu kamar.


"Awalnya saya di telpon keluarga untuk mendobrak pintu kamar, setelah saya dobrak tau-tau FS sudah meninggal," ungkapnya.


Iptu Haris, Kapolsek Paron menjelaskan pihak polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti tewasnya FS tersebut.


Dugaan sementara FS tewas bunuh diri karena masalah ekonomi.


"Kami masih melakukan proses penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian FS," jelasnya.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tindak indikasi selain bunuh diri, namun tim Inafis Polres Ngawi saat ini masih tengah melakukan penyelidikan lebih mendalam.


Pewarta: Fajar Ainnur Kholis

Editor: Redaksi

0/Post a Comment/Comments